Newsflash:

Negeri Antrian

14 January 2009 - 16:39

Teriknya matahari tidak membuat Mr. Boncos kehilangan semangat untuk mencari kerja. Dari satu industri ke industri di wilayah Rawa Jengkol disambanginya. "Gila ya.. industri mau bangkrut juga masih dibanjiri antrian pencari kerja. Termasuk gue,"katanya sambil tertawa dalam hati.

Pusing seharian mengantri untuk dapat kerjaan selanjutnya Mr. Boncos kembali berjalan menyusuri wilayah Rawa Jengkol mencari lokasi yang tenang. Namun Mr. Boncos kembali terpana begitu melihat banyak orang mulai dari anak-anak, ibu-ibu sampai nenek berjajar mengantri panjang sambil bawa dirigen minyak tanah. "Wah.. kaya jaman perang aja Nek, Antri minyak. Mang enak panas-panas antri. Makanya pakai gas sesuai program pemerintah,"celutuknya sambil disambut teriakan cemooh dan lemparan dirigen dari warga yang mengantri

Dapat timpukan sirih plus dirigen Mr. Boncos mabur. "sial untung cuma lemaparan coba klo dikeroyok ma nenek. yang ada badan gue remuk,"katanya dengan nafas tersengal-sengal. Lepas dari kejaran nenek dan mak-mak Mr. Boncos kemudian berjalan kembali menuju rumahnya. Mendekati rumahnya, Mr. Boncos kembali dikagetkan dengan antrian panjang tabung gas epiji ukuran 3 kg dan kendaraan di SPBU.. "Ha..ha.. jadi malu euy ama yang tadi antri minyak. Kirain program pemerintah selalu sukses.. ternyata...,"ujarnya sambil heran dan terus berjaan.

Akhirnya Sesampainya di rumah, Mr. Boncos langsung rebahan sambil kipas-kipas dengan koran. Namun dirinya kembali terperanjat koran yang dijadikan kipas terdapat gambar antrian warga miskin. Kali ini antrian untuk program pemerintah bagi-bagi uang yang biasa disebut BLT. "Ha..haa.. kok program pemerintah malah bikin antrian,"tanyanya dalam hati.

Pusing seharian melihat antrian, Mr. Boncos memilih melihat televisi. Dirinya berharap ada hiburan. Namun bolak-balik chanel tidak ada yang bikin tenag hatinya. Malah semuanya memberitakan antrian. Mulai dari antri Caleg, antri jadi presiden bahkan sampai antri diperiksa KPK. "Giama ini... konsisten seh konsisten tapi kok antri ya.,kaya bebek aja?"ujarnya.. (crl)

Share/Save