CIPUTAT - Ratusan korban musibah bencana jebolnya Situ Gintung, Ciputat, Tangerang Selatan, menolak keinginan pemerintah daerah untuk memfasilitasi rumah susun sederhana sewa (rusunawa).
"Mereka menolak dipindah rumahkan ke wilayah lain," kata Pjs Walikota Tangsel M Shaleh pada rapat koordinasi Satkorlak di puspem Tangsel, Pamulang, Senin, sore tadi.
Shaleh menyatakan, keinginan Pemkot Tangsel untuk memfasilitasi dengan membangun rusunawa, rusunami dan relokasi ke tempat tinggal yang layak dilokasi lain ditolak.
"Hasil pembicaraan saya dengan beberapa warga korban bencana dilokasi, mereka tidak ingin dipindahkan ataupun menempati rumah yang akan dibangun pemerintah, warga umumnya meminta uang untuk membangun rumah dilokasi rumah mereka yang sebelumnya hancur," jelas Shaleh.
Kendati demikian, pemerintah daerah bersitegas akan melakukan upaya untuk menempatkan warga yang rumahnya rusak ke lokasi yang lebih baik di rusunami atau membangun rumah dilahan kosong milik negara.
"Penolakan warga memang menjadi persoalan, namun saya meminta kepada Camat Ciputat Timur mencari tanah milik negara untuk dijadikan tempat membangunan ratusan rumah bagi korban bencana," ungkap Shaleh.
Hanya saja, sambung Shaleh, Pemkot Tangsel tidak memiliki dana untuk membuat ratusan rumah tersebut. Karena itu, pihaknya mengajukan surat kepada Pemkab Tangerang dan Pemprov Banten untuk menyediakan dana tidak terduga (TT).
Dana TT tersebut akan dibangun rumah sederhana dengan perencanaan 1 unit rumah sederhana tipe 21 seharga 40 juta. "Jika 1 Milliar dana tidak terduga diberikan, kemungkinan besar 25 rumah bisa dibangun secepatnya," aku M Shaleh. (iin)
Komentar
Tulis komentar baru