SERPONG- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar membantah keterlibatannya dalam kasus penembakan yang menewaskan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen beberapa waktu lalu.
Antasari yang sejak sore hari ditunggu puluhan wartawan di kediamannya di Giri Loka 2 blok A 11 No 13, Bumi Serpong Damai (BSD) akhirnya menjawab semua berita yang mengkaitkan dirinya seputar peristiwa penembakan. Namun sebelum menjawab pertanyaan wartawan, Antasari yang mengendarai Toyota Camry dengan nomor plat B 183 DT sekitar pukul 22.30 Wib sempat menyapa wartwan. "Selamat malam.. sudah lama menunggu yahh?" kata Antasari sambil membuka kaca jendela mobil. Spontan para wartwan langsung mengejar dan menghalangi mobil ketua KPK tersebut.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Antasari mengaku sudah mengetahui isue soal keterlibatan dirinya dalam penembakan Nasrudin. "Saya mengetahui lewat pemberitaan di media internet dan sejumlah sms dari staff saya. Dan itu tidak benar,"ujarnya.
Antasari juga mengaku mengenal Nasrudin semenjak dirinya menjabat sebagai ketua KPK. Dan selama ini Nasrudin banyak memberikan informasi seputar kasus korupsi. "Kalau dibilang tidak kenal saya berbohong, karena dia sering memberikan laporan (korupsi)," katanya saat menemui wartawan di Kompleks Perumahan Giri Loka II Bumi Serpong Damai, Tangerang, pukul 22.30, Kamis (30/4/2009).
Antasari memaparkan, ada beberapa kasus yang dilaporkan Nasruddin dan ada sebagian yang disidangkan dan sebagian juga belum masuk persidangan salah satunya adalah kasus PT Mitra Rajawali Indonesia, perusahaan induk PT PRB. Nasruddin juga pernah melaporkan adanya upaya pemerasan yang mengatasnamakan KPK.
Karena itu, KPK selama ini nama Nasruddin tidak pernah di ungkap KPK ke publik dengan alasan keamanan. "Kami harus melindungi saksi dan itu sudah sesuai dengan ketentuan karena selama ini Nasruddin sudah banyak memberikan informasi," tambah Antasari.
Antasari mengatakan laporan lain yang diberikan Nassrudin bahwa dia sudah mendapat SK untuk menjabat, tapi tak kunjung dilantik.
Siang tadi Mabes Polri mengungkap bahwa polisi telah menangkap bos Koran Merdeka Sigit Haryo Wibisono dan delapan lainnya terkait kasus pembunuhan itu. Selain itu, disebut juga ada dua tersangka lain, yang sedang dikejar polisi. (cha)
Komentar
Tulis komentar baru