SERPONG- Kasus penembakan Dirut Putra Rajawali, Nasrudin Banjaran yang melibatkan Ketua KPK, Antasari Azhar nampaknya perlu dicermati bukan hanya sekedar kasus cinta segitiga namun perlu digali secara mendalam tentang kasus itu.
Wakil Ketua Komisi III DPR Soeripto menilai perlu digali kasus pembunuhan tersebut bukan sekadar dipicu rebutan wanita.
"Ini yang harus digali dan dicari apakah sekadar urusan rebutan cewek atau memang ada latar belakang lain," kata Suripto saat menjenguk tersangka kasus Nasrudin, Sigid Haryo Wibisono di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (3/5/2009).
Suripto mengaku kaget Antasari dan Sigid ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan. Politisi dari PKS ini mengaku mengenal Sigid sejak 1998. Sigid banyak membantu Suripto berkenalan dengan petinggi TNI AD. Mantan KSAD Jenderal (purn) Tyasno Sudarto dan KSAU Marsda TNI Subandrio merupakan 2 petinggi yang dikenal Suripto lewat tangan Sigid.
Sementara Antasari dikenal Suripto sejak mengikuti fit and proper test anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Itu yang saya juga tidak bisa membayangkan, bagaimana kok sampai 2 orang itu bisa terlibat urusan pembunuhan, rencana pembunuhan terhadap nasrudin," ucap Suripto.
Mengenai kabar kedekatan Antasari dan Sigid, Suripto mengakui tidak tahu seperti apa kedekatan keduanya. "Dari pemberitaan memang ada semacam kedekatan, tapi bagaimana saya tidak tahu," kata Suripto.
Sementara itu siang ini Antasari menggelar konfrensi pers di rumahnya di Perumahan Giri Loka 2, blok A11 No 13. Dalam konpress tersebut, Antasari membantah semua opini yang berkembang terutama soal cinta segitiga. (cha/dtk)
Komentar
Tulis komentar baru