KOTA TANGERANG, TO- Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Tangerang membantah telah gagal memberantas kesenjangan sosial terkait adanya penelantaran tiga anak oleh ibunya di sebuah rumah kontrakan di Cipondoh.
"Itu masalah rumah tangga antara orangtua yang menyebabkan tekanan batin sehingga melakukan penelantaran terhadap anak," kata Saeful Rohman, Kelala Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang.
Menurutnya, masalah tersebut justru tidak berkaitan dengan kesenjangan sosial. "Kalaupun ada, kita tidak bisa melakukan apa-apa karena si Ibu bukan merupakan warga Kota Tangerang karena tidak punya KTP domisili di sini," ucapnya.
Dikatakannya, selama tinggal mengontrak satu bulan Diana (ibu tiga anak) tidak pernah lapor ke RT atau lurah. "Jadi kita tidak bisa mengetahuinya karena sebenarnya dia tidak tercatat sebagai warga disini,” ujarnya.
Sementara terkait, penilaian Sekjen Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait yang menganggap Pemkot belum mampu menangani permasalahan sosial seperti kemiskinan, Saeful menegaskan kalau hal itu tidak benar. Pasalnya, menurut data yang dijadikan parameter tentang struktur kemiskinan, masyarakat Kota Tangerang tidak begitu banyak mengalami kesenjangan sosial.
Seperti data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam masalah raskin, Pemkot Tangerang telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 32.000 keluarga miskin pada tahun 2008, menjadi 28.000 keluarga miskin pada tahun 2009. “Mereka juga diberikan kartu multi guna untuk fasilitas pelayanan kesehatan dan pendidikan. Penurunan 4000 keluarga miskin dalam satu tahun itu merupakan sebuah prestasi,” tegas Saeful.
Tak hanya itu, hasil surfei BPS tehadap Produk Domistik Regional Bruto (PDRB) menurut harga berlaku di Kota Tangerang diketahui angkanya terus meningkat dari tahun 2006 sampai tahun 2008, yakni RP 32.122.59 menjadi Rp 44.688.73. “Jadi hal itulah yang dijadikan tolak ukur bahwa Pemkot bisa menangani masalah kemiskinan,” tandas Saeful.(ruhy)
Komentar
Tulis komentar baru