
TANGERANG- Diduga diperkosa oleh Acum (20) buruh pabrik kerupuk di gubug dekat rel kereta api Tanah Tinggi, MR (15) gadis asal Kp Kikil Rt 02/12, Tangerang, harus rela kehilangan kegadisannya.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan saat itu MR yang akan mengantar nasi ke rumah saudaranya pada malam hari tiba-tiba berpapasan dengan Acum. Dan saat itu Acum buruh pabrik kerupuk yang biasa tinggal dekat rel kereta Tanah Tinggi menghampiri untuk berkenalan. Setelah ngobrol beberapa menit, Acum mencoba mengajak MR ke sebuah gubug dekat rel tersebut.
Lantaran masih polos, akhirnya MR mengikuti Acum masuk ke dalam gubung. Dan di dalam gubug tersebut Acum memaksa MR untuk membuka pakaiannya. Dan dalam keadaan telanjang, Acum memperkosa MR sambil mengancam akan memukul korban. "Saya takut, apalagi mulut saya dibekap. Padahal saya mau teriak,"ujar MR.
Puas melampiaskan nafsu bejatnya. MR disuruh pulang dan diancam agar tidak menceritakan kejadian tersebut. Namun karena tidak kuat menahan perasaan , keesokan paginya korban menceritakan kejadian tersebut pada Husnul (15),teman sebayanya yang juga tetangganya. Mendengar pengakuan MR, Husnul langsung melaporkan kepada Dadi dan Darmi orang tua korban.
Merasa geram, siangnya Dadi dan beberapa warga segera mencari Acum. Namun baru menjelang pukul 19.00 Wib malam Acum ditemukan dan ditangkap oleh warga di rel,dekat Mesjid Darusalam, Tanah Tinggi Tangerang setelah sebelumnya sempat terjadi aksi kejar-kejaran. Alhasil Acum mendapat bogem mentah tidak hanya dari orang tua korban tapi juga warga sekitar. Beruntung pelaku langsung diamankan ke Polres Kota Tangerang. Sedangkan
Kepada wartawan tersangka mengaku tidak memaksa korban. "Saya ga merasa maksa,dia mau saya ajak jalan berduaan,dan kayaknya dia suka sama saya," ujarnya
Sementara itu Ka SPK Mapolres Kota Tangerang, AKP Yulius mengaku telah menerima laporan tersebut. Dan dari laporan yang diterima tersangka telah melanggar pasal 81 dan 82 UU RI No.23 th 2002 UU perlindungan anak di bawah umur. Dan laporan tersebut akan dilimpahkan pada unit reskrim guna penyelidikan. "Masih dalam penyelidikan,"ujarnya. (nita) .