SEPATAN- Warga Desa Mekar Jaya,Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang menolak keberadaan Rumah Potong Hewan yang berada dekat pemukiman. Warga menilai RPH tersebut menggangu lingkungan.
Sebagai bentuk penolakan warga yang sebelumnya akan aksi di depan RPH selanjutnya dialihkan ke rumah H.Ibrahim yang merupakan salah satu tokoh masyarakat sekitar. Disini warga menuntut ada dialog agar tempat penjagalan sapi tersebut di tutup. Sementara itu aksi warga di mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.
Een (27) salah satu warga Desa Mekar Jaya,Rt 01/03 mengatakan jika RPH itu beroperasi banyak terdapat lalat. Tidak hanya itu saja, ada juga genangan air bekas menyiram darah hewan tersebut. "Genangan air itu menimbulkan nyamuk DBD dan juga lalat,"katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Imah (30). Menurutnya bau tidak sedap dari kotoran sapi juga sering datang terutama malam hari. Pasalnya, lokasi RPH itu bukan hanya tempat penjagalan tapi juga tempat pengembangbiakan sapi. "Jelas saja kotoran sapi-sapi itu kan tercium sampai ke sini melalui saluran pembuangan air,"pungkasnya.(nita).