BANDARA- Sebanyak 400 TKW bermasalah asal Indonesia yang bekerja di Amman, Yordania di deportasi. Mereka dipulangkan KBRI setelah menghuni penampungan selama 1 tahun dengan kondisi yang tidak layak.
Dubes Indonesia untuk Yordania, Zaenul Bahar Nur mengatakan, kepulangan 400 TKW tersebut akan berlangsung dalam beberapa gelombang. Gelombang pertama yang dipulangkan hari ini Kamis (02/7/09) sebanyak 24 TKW. Sementara ratusan lainnya menyusul dalam waktu dekat ini.
Menurut Zaenul Bahar Nur, dipulangkannya para TKW asal Indonesia tersebut diputuskan berdasarkan beberapa pertimbangan. Salah satunya adalah berdasarkan pertimbangan kemanusian.
"Mereka telah menghuni penampungan selama 1 tahun dengan kondisi yang tidak layak. Jadi kita memutuskan untuk memulangkan mereka," kata Zaenul Bahar Nur yang mendampingi kepulangan para TKW tersebut di Terminal 2 D Bandara Soekarno- Hatta, Tangerang.
Bermacam persoalan lain mengiringi kepulangan para TKW tersebut. Namun ditegaskan Zaenul Bahar Nur merupakan persoalan standar yang biasa menimpa para TKW asal Indonesia di negara lain.
"Ada yang kontraknya habis, ditahan majikan dan lain-lainnya," tegas Zaenul Bahar.
Saat ini KBRI Indonesia beserta beberapa Departemen terkait tengah melakukan upaya penyelesaian persoalan TKW tersebut di Yordania. Sejauh ini menurut Zaenul Bahar Nur pihak kerajaan Amman, Yordania sangat membantu proses penyelesaian TKW asal Indonesia.
Saat ini, sekitar 376 TKW lainnya masih menunggu kepulangannya dari Amman, Yordania. Dari data KBRI untuk Amman, Yordania, Zaenul Bahar Nur menyebutkan 60 TKW berada dalam penjara dan 4 orang lainnya dirawat di rumah sakit akibat korban penganiayaan dan tak sadarkan diri.
"Mereka langsung memberikan amnesti terhadap para TKW Indonesia yang tersangkut masalah agar bisa dipulangkan," terangnya. (gendon)
Komentar
Tulis komentar baru