KOTA TANGERANG– Trauma dengan tragedi banjir yang kerap menghantui Kota Tangerang saat musim penghujan tiba, Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Tangerang mewajibkan seluruh industri menyediakan biopori guna mengantisipasi banjir.
“Kita akan wajibkan pembuatan biopori ini disetiap kawasan industri disekitar halaman yang mereka miliki. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi banjir, karena biopori dapat menjadi salah satu upaya pencegahan banjir,” ucap Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Tangerang, Rostiwi kepada Tangerangonline.com, Senin (4/01).
Rostiwi juga menerangkan bahwa biopori dapat berfungsi sama dengan sumur resapan, yang dapat berfungsi menyerap dan menampung air. Akan tetapi lubang-lubang biopori ini akan dibuat lebih banyak dari sumur resapan, dengan demikian semakin banyaknya biopori yang dibuat dikawasan industri diharapkan dapat menampung air hujan dilubang itu.
“Lubang biopori yang dibuat berkedalaman sekitar 1 meter atau lebih, dan biayanya pembuatannya ditanggung oleh industri itu sendiri, karena itu juga sebagai merupakan kebutuhan mereka,” terangnya lagi.
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Pengendalian dan Pemanfaatan BPLH, Maman Faturrahman, mengatakan bahwa selain industri, biopori juga banyak dibuat diperumahan, dengan diameter 10 cm dengan kedalaman 1 meter.
“Ada alat khusus untuk membuat lubang biopori ini, diharapkan semakin banyaknya biopori yang menyebar dikota Tangerang dapat mengurangi jumlah titik banjir,” pungkas Maman. (dini)
Komentar
Tulis komentar baru