SERPONG,TO- Lokasi yang starategis dan kurangnya pengetahuan masyarakat akan kesehatan disinyalir membuat maraknya makanan berformalin dan bermelamin serta obat-obatan ilegal di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel).
Kepala Seksi Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan, H. Ferry Payacun mengatakan pada tahun 2009 dan sampai saat ini terus melakukan pengawasan terhadap makanan berformalin dan obat-obatan ilegal yang dilarang oleh BPOM. "Ada 15 jenis obat dan 43 jenis obat tradisional yang diawasi begitu juga dengan bahan makanan,"katanya ditemui di ruangan kerjanya.
Ferry kembali menjelaskan bahan makanan dan obat-obatan itu banyak didistribusikan di pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan di wilayah Tangsel. Kondisi ini kemungkinan disebabkan karena lokasinya yang startegis. Bahan makanan dan obat-obatan ilegal itu diantaranya DNA babi, dendeng sapi, tahu. Sedangkan untuk obat-obatan diantaranya obat gemuk sehat, jamu pegel lini cap putri sakti. Tidak hanya itu saja, Ferry juga mengaku memfokuskan pengawasan untuk makanan kadarluasa.
Dan untuk antisipasi itu, ia mengaku akan melakukan penertiban pada bulan Febuari nanti dan bekerjasam dengan instansi terkait. "Bulan Febuari ini kami akan lakukan penertiban,"pungkasnya. (cha)
Komentar
Tulis komentar baru