Jakarta, TO - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kearifan Presiden SBY sangat dibutuhkan untuk menentukan penonaktifan Menteri Keungan Sri Mulyani dan meminta Wakil Presiden Boediono untuk nonaktif.
“Ini kan proses politik dan hukum ya. Kalau kasus politik tentu beban politik, moral politik. Jadi kalau proses hukum ini kan praduga tidak bersalah. Jadi kombinasi ini, dari politik akan masuk ke hukum kan. Dalam hukum ada praduga tak bersalah, tetapi dalam proses politik ada moral politik juga. Jadi memang pemimpinlah yang mempertimbangkan dua hal itu. Ini kan keputusan pemimpin lah,” kata JK di Bandara di Halim Perdanakusuma Jakarta petang ini (Jumat, 12/3).
JK, yang baru kembali dari Padang ini, mengatakan SBY harus mengambil keputusan yang tepat, apakah akan mendahulukan politik atau hukum.
“Ya, itu kearifan kepemimpinan lah. Nanti pasti Pak SBY akan mengambil
keputusan yang tepat untuk itu. Tidak mungkin dibiarkan kedua-duanya,” tukasnya.
Pada bagian lain, bekas Ketua Umum Partai Golkar ini meminta masyarakat tetap memberi kepercayaan kepada KPK dalam menangani kasus Bank Century tersebut.
“Masa tidak percaya KPK. Kalau kita tidak percaya sama KPK, percaya sama siapa lagi,” tukasnya.
Soal intervensi SBY kepada KPK, JK mengaku tidak tahu-menahu.
"Kita tidak tahu itu," elaknya. (rmol)
Komentar
Tulis komentar baru