JAKARTA, TO- Kemacetan di Jakarta kerap membuat kepala pening. Memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke daerah lain pun terlontar sebagai satu alternatif solusi.
Namun menurut mantan Presiden Jusuf Kalla, melakukan pemindahan ibu kota negara tak semudah membalik telapak tangan. Banyak faktor yang harus dipikirkan dan mengikuti bila pemindahan itu direalisasikan.
"Penduduk kita yang 250 juta itu tidak mudah dipindahkan begitu saja. Kalau ini solusi untuk mengatasi kemacetan, maka perbaiki infrastrukturnya," ujarnya usai menghadiri diskusi tentang mediasi perdamaian dengan para ahli dari Uni Eropa dan ASEAN di Jakarta, Jumat (30/7).
Kemacetan Jakarta, lanjutnya, seyogyanya sudah bisa diatasi bila pembangunan infrastruktur seperti monorail berjalan dengan baik. Memang, pembangunan tersebut tak bisa dilakukan secara cuma-cuma, perlu biaya besar di baliknya.
"Kalau pemerintah tidak mau menanggung secara gratis, ya masyarakat bisa diminta sumbangsihnya," lanjut Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu.
Menurutnya, kemacetan di Jakarta perlu mendapat perhatian khusus pemerintah. Dan pemindahan ibu kota, bukanlah salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi kemacetan.
"Kalau pindah, kita kan juga harus memindahkan penduduknya. Nanti macetnya juga pindah. Perbaiki saja infrastruktur bis seperti Transjakarta, dan lengkapi dengan MRT," pungkasnya. (kr/mi)
Komentar
Tulis komentar baru