Newsflash:
Sekolah Gratis

Kasus Plagiat, Ikatan Alumni ITB Malu

17 April 2010 - 14:53

itb_logo.gif

JAKARTA, TO - Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung merasa malu dengan terkuaknya plagiarisme di kampus mereka. Karena itu, alumni mendukung sanksi tegas yang diberikan oleh ITB kepada Mochammad Zuliansyah.

"Kami alumni merasa malu, kecewa, dan sedih. Kami mendukung sanksi tegas oleh ITB kepada pelaku," kata Sekretaris Ikatan Alumni ITB Freddy P. Zen, Jumat (16/4).

Menurut Freddy, rasa malu ini muncul karena penjiplakan belum pernah terjadi sebelumnya di ITB. Selama ini, kata Freddy, ITB tegas menolak penjiplakan yang dilakukan oleh dosen atau mahasiswa. "Penjiplakan ini adalah yang pertama kali terjadi di kampus ini. Pantas alumni merasa malu," katanya.

Menurut Freddy, Zuliansyah tidak sekali ini saja melakukan penjiplakan. "Bukan sekali ini saja Zuliansyah menjiplak, setidaknya dia pernah melakukannya empat kali," ujarnya.

Zuliansyah, kata Freddy, sudah mengundurkan diri dari ITB semenjak bulan November tahun lalu. Bahkan, lanjut dia, ITB sudah mencabut gelar doktor Zuliansyah.

Mengenai keterlibatan dosen pembimbing, Freddy tidak banyak berkomentar. Menurut dia, kesibukan dosen pembimbing sering menjadi alasan kenapa sebuah makalah dapat dikirim ke jurnal nasional atau internasional tanpa melewati proses pemeriksaan. Faktor lain, dosen pembimbing menaruh kepercayaan terlampau besar kepada mahasiswa sehingga tidak memeriksa tulisan anak bimbingannya. "Bisa jadi dosen terlalu sibuk atau terlalu percaya kepada mahasiswa sehingga makalahnya tidak diperiksa," kata pengajar fisika kuantum ini.

Menurut dia, dosen pembimbing seharusnya memeriksa makalah yang dibuat oleh mahasiswa. Pemeriksaan ini adalah prosedur standar yang seharusnya dilakukan oleh dosen pembimbing. "Pembimbing harus lebih rajin dan teliti mengecek tulisan mahasiswa sebelum dikirim ke jurnal internasional," kata dia.

Salah satu pemeriksaan yang bisa dilakukan dosen pembimbing adalah dengan meminta mahasiswa mempresentasikan karya ilmiahnya. "Minta mahasiswa mempresentasikan karya ilmiahnya. Dari situ baru kita tahu apakah mahasiswa tersebut mengerti penelitiannya atau tidak," ujarnya. (jfs/ ti)

Share this

Komentar

Tulis komentar baru

  • Alamat halaman web dan surat-e otomatis diubah menjadi tautan.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <div> <br> <strong> <i> <u> <p> <font> <td> <tr> <img> <align>

Informasi selanjutnya mengenai pilihan pemformatan

CAPTCHA
Test Ini untuk menguji apakah anda adalah pengunjung manusia dan untuk mencegah spam secara otomatis
Image CAPTCHA
Enter the characters shown in the image.