Newsflash:

Fadjroel Rachman

FADJROEL RACHMAN

“Saya siap bertarung pada Pemilu 2009 sebagai calon independen. Bahkan kalaupun pada Pemilu mendatang Mega menggandeng Sri Sultan HB X sebagai wakilnya”

 

 

Wacana calon presiden dari jalur independen semakin hangat diberitakan di berbagai media massa. Bahkan usaha untuk mewujudkan hal tersebut semakin nyata dengan diajukannya uji materi UU Nomor 42 tahun 2008  tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden ke Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu. Namun sejauh mana calon indepent nantinya bisa membawa perubahan bangsa ini? Berikut wawancara Tangerangonline.com,  Ade Faizal dengan Ketua Gerakan Nasional Calon Independen ,Fadjroel Rachman. 

Kenapa anda tertarik untuk naik dari jalur independent?

Pada dasarnya tujuan saya bukan untuk menjadi calon Presiden di Pemilu mendatang, melainkan memperbaiki prosedur pencalonan Presiden agar setiap orang di luar Partai politik pun bisa menjadi calon Presiden melalui jalur independen. Sebelumnya saya dan teman-teman yang tergabung dalam Gerakan Jakarta pada tanggal 23 Juli 2007 berhasil memperjuangkan agar orang di luar partai diperbolehkan menjadi Gubernur dan Bupati. Saat ini saya akan memperjuangkan agar independen pun bisa menjadi anggota legislatif dan Presiden, karena kurang lebih ada seratus tujuh puluh orang yang mempunyai hak konstitusional. Jika ini diterapkan di Indonesia, maka proses demokrasi di Indonesia lebh partisipatif.

Jika ada calon independen, siapa pun yang punya uang bisa menjadi Capres.
Bukankah ini sangat rentan ?

Saat ini yang lebih rentan justru dari Partai Politik, apa lagi yang menempati posisi strategis partai berlatar belakang pengusaha. Selain itu jika kita lihat, kepemimpinan di Partai-partai politik hanya itu-itu juga, tidak ada regenarasi kepemimpinan. Jadi usaha regenarasi pemimpin pun merupakan bagian dari tujuan diperjuangkannya Capres dari luar Parpol.

Bagaimana anda melihat pencalonan Yuddi Chrisnandy? Akankah ada perubahan di Indonesia karena muncul pemimpin muda?

Kita bisa lihat latar belakang Yuddi adalah Golkar, kalau memang dia benar-benar ingin membuat perubahan di Indonesia, bukan hanya berani keluar dari Golkar, tetapi juga ia harus berkomitmen melakukan tiga hal: menasionalisasikan aset, mengejar harta kekayaan keluarga Cendana hasil KKN, termasuk menuntaskan kasus BLBI dan yang terakhir menuntaskan kasus-kasus Pelanggaran HAM. Yuddi belum mempunyai komitmen untuk itu

Jika anda terpilih apakah anda akan merealisasikan tiga hal itu?

Tentu saja, jika saya terpilih, satu hari setelah dilantik saya akan mengeluarkan dekrit untuk melakukan nasionalisasi aset, menuntaskan kasus KKN, dan akan mengusut tuntas kasus-kasus pelanggaran HAM sejak tahun 1965 hingga sekarang.

Bagaimana jika wajah-wajah lama yang jadi Capres 2009 mempunyai janji politik akan melakukan hal yang sama dengan anda?

Rakyat bisa menilai kepemimpinan SBY dan Mega tidak mampu mengusut tuntas kasus-kasus pelanggaran HAM. Bahkan mereka menjual murah aset-aset Negara ke asing. Bagaimana mungkin mereka bisa melakukan nasionalisasi aset.

Tetapi anda siap bertarung dengan mereka pada Pemilu 2009?

Saya siap bertarung pada Pemilu 2009 sebagai calon independen. Bahkan kalaupun pada Pemilu mendatang Mega menggandeng Sri Sultan HB X sebagai wakilnya.

Saat ini banyak yang mengusung golput pada Pemilu 2009 nanti. Bagaimana tanggapan anda mengenai hal itu?

Golput merupakan hak konstitusional warga Negara, hak memilih untuk tidak memilih. Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid mesti mencabut usulan fatwa haram terhadap golput. Sangat keliru dan tidak proporsional jika mengaitkan golput dengan keyakinan agama, jadi melarang golput, apalagi mengharamkannya justru akan melanggar hak demokrasi warga Negara Indonesia. (**)

Share this