"..Saya ingin Pemilu 2009 tidak boleh ada. Prediksi saya, pada awal 2009 mendatang akan terjadi huru-hara karena ketidak percayaan rakyat terhadap pemerintah dan adanya perpecahan di tubuh militer."
Menjelang Pemilu 2009 situasi politik di Indonesia kian memanas dan kondisi ini dapat dilihat dari perang spanduk partai di jalan-jalan, gencarnya parsaingan iklan yang dilakukan oleh partai politik juga hal-hal yang berbau teror yang belum lama ini terjadi pada Partai Keadilan Sejahtera. Lalu bagaimana sebenarnya kondisi politik Indonesia dan apakah Pemilu 2009 ini bisa terwujud dan membawa perubahan bagi rakyat Indonesia? Berikut ini wawancara reporter Tangerangonline.com, Ade Fais dengan aktivis senior, Sri Bintang Pamungkas di rumahnya.
Bagaimana anda melihat pemilu 2009 mendatang?
Pemilu mendatang sama halnya dengan pemilu-pemilu sebelumnya, tidak memberikan harapan untuk tercapainya kesejahteraan rakyat. Apalagi kalau kita amati, setiap pemilu menggunakan undang-undang yang berbeda. Tentunya hal ini bertujuan sebagai upaya untuk melanggengkan kekuasaan pemerintah yang sedang berkuasa.
Berarti anda menganggap ada cacat dalam pemilu 2009?
Banyak sekali ketimpangan yang terjadi. Contohnya, pada pemilu 2004 KPU tidak memperbolehkan Gus Dur karena cacat fisik, tetapi justru meloloskan wiranto yang mempunyai cacat luar biasa karena terlibat kasus-kasus pelanggaran HAM. KPU saat ini lebih parah, membiarkan orang-orang yang terlibat kasus-kasus pelanggaran HAM menjadi calon presiden pada Pemilu 2009. Selain itu KPU saat ini berbuat tidak senonoh, satu hari setelah dilantik, KPU meminta anggaran sebesar 50 triliun. Padahal pada tahun sebelumnya hanya menghabiskan dana 10 triliun.
Anda menganggap Pemilu mendatang banyak ketimpangan, sebenarnya anda setuju atau tidak dengan diadakannya Pemilu?
Saya ingin Pemilu 2009 tidak boleh ada. Prediksi saya, pada awal 2009 mendatang akan terjadi huru-hara karena ketidak percayaan rakyat terhadap pemerintah. Ditambah lagi dengan adanya perpecahan di tubuh militer.
Saya menganggap pasca reformasi ini hanya kelanjutan dari rezim Orde Baru, atau tepatnya Orde Baru jilid dua. Karena orang-orang yang dibesarkan Orde baru masih menempati posisi strategis dalam pemerintahan. Harapan saya jika rezim saat ini mampu ditumbangkan sebelum Pemilu 2009, maka yang naik bukan JK. Tetapi dibentuk presidium sebagai pemerintahan transisi selama satu tahun, kemudian membersihkan pemerintahan dari sisa-sisa Orde Baru.
Jika terjadi huru-hara sebelum Pemilu 2009, bukankah ini memungkinkan kekuatan asing ikut bermain?
Sebenarnya di balik SBY itu kekuatan asing. SBY dimunculkan untuk mendeskriditkan TNI supaya asing dapat menguasai Sumber Daya Alam Indonesia. Buktinya ketika terjadi krisis global saat ini, yang dikurangi adalah anggaran untuk militer. Sikap seperti ini tentu saja memunculkan kebencian militer terhadap pemerintahan SBY. Bagaimana TNI dapan mempertahankan keamanan nasional jika anggarannya dikurangi.
Bukankah ada secercah harapan pada pemilu mendatang dengan pencalonan Fadjroel Rachman dari jalur independen?
Saya setuju sekali dengan adanya capres independen. Yang sangat disayangkan dari seorang aktivis muda seperti Fadjroel yang gigih menentang Orde Baru, tetapi justru ikut bermain dalam genderang yang ditabuh oleh pemerintahan Orde Baru jilid dua. Dia tidak akan bisa bertahan dalam pertarungan itu. Dalam hal ini saya melihat idealism Fadjroel sudah luntur. Begitu juga dengan aktivis-aktivis muda lain yang saat ini sudah merapat ke Partai. (**)